SELAMAT DATANG
FRAMEWORK KAJILI-JILI
KAJILI-JILI Framework merupakan framework pengembangan aplikasi web berbasis PHP yang dirancang menggunakan pendekatan Model View Controller (MVC) dengan ciri khas penggunaan sintaks berbahasa Indonesia. Framework ini dikembangkan sebagai solusi untuk mempermudah proses pembelajaran dan pengembangan aplikasi, khususnya bagi mahasiswa atau pengembang pemula yang sering mengalami kesulitan memahami istilah teknis berbahasa Inggris pada framework modern. Melalui pendekatan ini, pengguna dapat memahami alur kerja framework secara lebih natural karena perintah-perintah inti disusun menggunakan istilah yang familiar dalam bahasa Indonesia.
Framework ini memiliki struktur arsitektur yang terorganisir dengan pemisahan komponen utama ke dalam folder control, model, views, layout, dan inti. Komponen controller bertugas menerima request dan mengatur alur proses aplikasi, model digunakan untuk mengelola interaksi dengan database, sedangkan view bertanggung jawab menampilkan antarmuka pengguna. KAJILI-JILI Framework menyediakan metode seperti tampilkan_view() untuk menampilkan halaman, gunakan_model() untuk mengakses model, serta dukungan layout melalui mekanisme awal_content(), akhir_content(), dan gunakan_layout() yang memungkinkan pengembang membuat tampilan modular dan reusable.
Selain itu, framework ini dilengkapi abstraksi database yang memudahkan proses eksekusi query, pengelolaan parameter, pengambilan data, serta penyediaan metode instan seperti kj_ambil_semua(), kj_tambah(), kj_update(), dan kj_hapus(). Fitur tambahan seperti fungsi enkripsi my_enkrip() dan dekripsi my_dekrip() data, pengelolaan session, serta utility debugging melalui cetak_var() semakin memperkuat kemampuannya sebagai framework yang praktis dan edukatif.
Keunikan utama KAJILI-JILI terletak pada desain API internalnya yang mengedepankan keterbacaan dan kemudahan pemahaman. Dengan pendekatan tersebut, framework ini tidak hanya berfungsi sebagai alat pengembangan aplikasi, tetapi juga sebagai media pembelajaran untuk membantu pengguna memahami konsep dasar MVC, pengelolaan data, serta struktur aplikasi web secara lebih sistematis dan kontekstual.
Versi 2021.01 Versi 2021.10 Versi 2022.05 Versi 2025.10 Versi 2026.05
INSTALASI
Untuk menggunakan framework, download file-file Framework di alamat http://kajili-jili.com/download/framework/kajili-jili_framework_v-2026-05.zip (versi terakhir saat ini). Kemudian tempatkan di folder dokumen html (htdocs pada xampp/mamp, www pada laragon/wamserver, dan lain-lain yang serupa).
Struktur folder seperti berikut:
CONFIGURASI
Pengaturan configurasi diatur pada file configurasi.php yang berada pada folder aplikasi/inti. Hal-hal yang diatur pada pada configurasi adalah sebagai berikut:
- Base URL, adalah alamat aplikasi yang sedang dibuat / akan dioperasikan.
- Aset umum, merupakan alamat aset (seperti file css, javascrip, gambar) yang dibutuhkan oleh aplikasi tetapi digunakan juga oleh aplikasi lainnya.
- Aset private, merupakan alamat aset (seperti file css, javascrip, gambar) yang dibutuhkan oleh aplikasi tetapi tidak digunakan juga oleh aplikasi lainnya.
- Session, merupakan penamaan session yang digunakan jika aplikasi menggunakan session.
- Server database (
SERVER_DATABASE), merupakan alamat database yang digunakan. Wajib diisi jika aplikasi menggunakan database. Saat ini (versi 2026.05) hanya mendukung database mysql atau mariaDB. - User database (
USER_DATABASE), merupakan nama user yang memiliki akses pada database yang digunakan oleh aplikasi. - Password user (
PASSWORD_USER), merupakan password user yang memiliki akses pada database yang digunakan oleh aplikasi. - Nama database (
NAMA_DATABASE), merupakan nama database yang digunakan oleh aplikasi - Parameter enkripsi/dekripsi data. Anda bebas menentukan nilai variabel
KUNCI_RAHASIAmaupunIV_RAHASIA. - Paramater pengecekan file (
CEK_VIEW_MODEL), gunakantruejika menginginkan proses pemeriksaan ada tidaknya file view atau model yang akan digunakan, sebaliknya adalahfalse. Sebaiknya gunakan true pada proses desain dan false saat proses implementasi.
define("BASE_URL", "http://localhost/belajar");
atau:
define("BASE_URL", "https://kajili-jili.com/belajar");
Penamaan variabel BASE_URL dapat diganti, lihat pada pembahasan views atau control.
define("ASET_UMUM", "http://localhost/css-js-umum");
atau:
define("ASET_UMUM", "https://kajili-jili.com/css-js-umum");
Penamaan variabel ASET_UMUM dapat diganti, lihat pada pembahasan views.
define("ASET_PRIVATE", "http://localhost/css-js-private");
atau:
define("ASET_PRIVATE", "https://kajili-jili.com/css-js-private");
Penamaan variabel ASET_PRIVATE dapat diganti, lihat pada pembahasan views.
define("SESIKU", "session-aplikasi-x");
Penamaan variabel SESIKU dapat diganti.
CONTROL
Control adalah class yang menerima request dari user, memprosesnya (termasuk berinteraksi dengan model jika diperlukan), dan menentukan respon yang akan diberikan melalui view.
Control disimpan pada folder aplikasi/control. File control dengan extention .php. Nama class control harus sama dengan nama file (nama file abc.php, nama class abc). Class control wajib mewarisi (extend) class controller. Pada control disarankan memiliki metode index. Berikut adalah control bernama contoh yang telah ditambahkan metode index dan metode input
<?php class contoh extends controller { public function index() { // di sini sintax }   public function input() { // di sini sintax }   public function simpan() { // di sini sintax } }
Control contoh dan metodenya yang telah dibuat di atas dapat diakses melalui url browser (asumsi, base url berada di http://localhost/belajar):
Apabila metode yang akan menerima request adalah metode index, maka index tidak wajib ditulis pada url. Apabila metode yang akan menerima request tidak terdapat di dalam control, maka otomatis teralihkan ke metode index.
- Menampilkan view
nama_file_viewmerupakan nama file view yang terdapat pada folder view yang akan ditampilkan di browser.$v, adalah variable yang mengandung data yang akan dikirim (passing) ke dalam view. Parameter kedua tidak wajib.true/false, merupakan pilihan untuk melakukan proses extraksi data (parameter kedua), khususnya jika data yang dipassing berbentuk array (lihat di pembahasan view).- Menggunakan model
$hasil, adalah variabel yang menampung data yang didapatkan dari model (jika meminta data pada model).nama_file_model, merupakan nama file model yang akan digunakan.nama_metode, nama metode yang ada di dalam model (lihat di pembahasan model).$v1, $v2, $vn, merupakan variabel yang nilainya akan dikirim (passing) ke model.- Redirect alamat url di control
Salah satu tugas control yang umum adalah menampilkan file view. Format untuk menampilkan view
Fungsi tampilkan view memiliki tiga parameter, yaitu:
Control dapat menggunakan model baik dalam rangka meminta data pada model dan/atau mengirim (passing) data ke model. Format untuk menggunakan model:
Control dapat melakukan redirect (penggantian alamat url) ke ke control dan metode tertentu. Contoh, pada BASE_URL di configurasi dibuat define('BASE_URL', 'http://localhost/belajar'); kemudian salah satu control di dalam aplikasi bernama tugas dan pada control tugas terdapat metode input. Sintax untuk melakukan pengalihan ke control tugas metode control:
VIEWS
View adalah bagian aplikasi yang bertanggung jawab menyajikan data dalam bentuk antarmuka pengguna (user interface), tanpa menangani logika bisnis maupun pengolahan data utama. View digunakan untuk, menampilkan data ke pengguna, menyusun tampilan HTML, menampilkan form input, dan menampilkan hasil proses dari controller/model. File view disimpan pada folder views dan dibuat dengan extention php.
<!DOCTYPE html> <html lang="en"> <head> <title>Judul</title> </head> <body> <h1>Ini adalah view</h1> </body> </html>
- Menyajikan data yang dikirim (passing) oleh control ke view.
- Mengirim data array. Apabila data yang dikirim oleh control ke view merupakan array, maka key array akan dipertahankan oleh view.
- Index pada variabel yang dikirim ke view oleh control dapat diextrak.
- Penggunaan variabel
ASET_UMUMdanASET_PRIVATEdi dalam file view - Penggunaan BASE_URL di dalam file view
Semua data yang dikirim oleh control ke view akan ditampung oleh variabel $data saat berada di view. Contoh, pada control dibuat sintax berikut:
$this->tampilkan_view("v_contoh", $x);
<!DOCTYPE html> <html lang="en"> <head> <title>Judul</title> </head> <body> <h1><?= $data ?></h1> </body> </html>
Variable $x yang dikirim oleh control ke view akan menjadi variabel $data di dalam view (lihat baris 9).
Contoh, pada control dibuat sintax berikut:
"pesan" => "Halo dunia",
"nama" => "Muh. Iskandar Sabang"
];
$this->tampilkan_view("v_contoh", $x);
<!DOCTYPE html> <html lang="en"> <head> <title>Judul</title> </head> <body> <h1><?= $data["pesan"] ?></h1> <h3>Nama saya: <?= $data["nama"] ?></h3> </body> </html>
Index "pesan" di baris 10 dan "nama" di baris 11 merupakan index yang ada pada variabel $x.
Contoh, pada control dibuat sintax berikut:
"pesan" => "Halo dunia",
"nama" => "Muh. Iskandar Sabang"
];
$this->tampilkan_view("v_contoh", $x, true);
<!DOCTYPE html> <html lang="en"> <head> <title>Judul</title> </head> <body> <h1><?= $pesan ?></h1> <h3>Nama saya: <?= $nama" ?></h3> </body> </html>
Variabel $pesan di baris 10 dan $nama di baris 11 merupakan index yang ada pada variabel $x yang berubah menjadi variabel karena penambahan true (paramater ketiga) pada saat tampilkan_view di control.
ASET_UMUM, merupakan alamat aset (seperti file css, javascrip, gambar) yang dibutuhkan oleh aplikasi tetapi digunakan juga oleh aplikasi lainnya. ASET_PRIVATE tidak digunakan oleh aplikasi lain. Contoh, terdapat file aset berupa style.css serta gambarku.jpg yang tersimpan di folder abc kemudian pada variabel ASET_UMUM (di configurasi) diatur seperti berikut:
v_contoh.php
<!DOCTYPE html> <html lang="en"> <head> <title>Judul</title> <link rel="stylesheet" href="<?= ASET_UMUM?>/style.css"> </head> <body> <img src="<?= ASET_UMUM?>/gambarku.jpg"> </body> </html>
ASET_UMUM pada baris ke-6 dan ke-11 mewakili alamat http://localhost/abc yang dibuat pada configurasi. ASET_PRIVATE configurasi juga dapat digunakan sebagaimana ASET_UMUM.
BASE_URL digunakan di dalam view saat melakukan posting data form atau membuat ancord ke sebuah control dan metode. Contoh, pada BASE_URL di configurasi dibuat define('BASE_URL', 'http://localhost/belajar'), data form akan disubmit ke control tugas metode proses dan ancor akan melakukan penggantian alamat ke control tugas metode lihat.
<form action="<?= BASE_URL ?>/tugas/proses" method="post"> <!-- isi form --> <button type="submit">Kirim</button> <a href="<?= BASE_URL ?>/tugas/lihat">Lihat Tugas</a> </form>
Baris ke-1 menunjukkan isi form akan disubmit ke http://localhost/belajar/tugas/proses (control tugas metode proses). Ketika ancor pada baris ke-7 diklik, alamat akan dialihkan ke http://localhost/belajar/tugas/lihat (control tugas metode lihat).
LAYOUT
Layout adalah pola penyusunan tampilan yang memisahkan bagian-bagian antarmuka menjadi komponen yang dapat digunakan ulang, sehingga pembuatan halaman menjadi lebih konsisten, efisien, dan mudah dipelihara. Layout digunakan untuk menghindari penulisan bagian-bagian tertentu pada setiap view seperti header, menu, sidebar, footer, dan lain-lain. Berikut adalah contoh pengulangan:
| View: v_abc.php | View: v_xyz.php |
<!DOCTYPE html> <head> <title>BELAJAR</title> <link rel="stylesheet" href="file_a.css"> <link rel="stylesheet" href="file_b.css"> <link rel="stylesheet" href="file_c.css"> <link rel="stylesheet" href="file_x.css"> </head> <body> <h1>DAFTAR MATERI</h1> <table id="tb_materi"> </table> </body> <script src="file_1.js"></script> <script src="file_2.js"></script> <script src="file_3.js"></script> <script src="file_8.js"></script> </html> |
<!DOCTYPE html> <head> <title>BELAJAR</title> <link rel="stylesheet" href="file_a.css"> <link rel="stylesheet" href="file_b.css"> <link rel="stylesheet" href="file_c.css"> <link rel="stylesheet" href="file_y.css"> </head> <body> <h1>DAFTAR TUGAS</h1> <table id="tb_tugas"> </table> </body> <script src="file_1.js"></script> <script src="file_2.js"></script> <script src="file_3.js"></script> <script src="file_9.js"></script> </html> |
Perbedaan kedua file di atas terletak pada baris ke-8, 12-15, dan baris ke-21. Baris-baris lainnya sama dan mungkin akan diulang pada file-file yang lain. Agar terindar dari pengulangan, maka sebaiknya menggunakan layout. File layout dibuat dan disimpan pada folder views/layout. Berikit contoh file layout yang disimpan dengan nama templateku.php:
templateku.php<!DOCTYPE html> <head> <title>BELAJAR</title> <link rel="stylesheet" href="file_a.css"> <link rel="stylesheet" href="file_b.css"> <link rel="stylesheet" href="file_c.css"> <?php $this->sisipkan_content("link_css") ?> </head> <body> <?php $this->sisipkan_content("isi_halaman") ?> </body> <script src="file_1.js"></script> <script src="file_2.js"></script> <script src="file_3.js"></script> <?php $this->sisipkan_content("link_js") ?> </html>
File view v_abc.php maupun v_xyz.php dapat dibuat seperti berikut:
| view: v_abc.php | View: v_xyz.php |
<?php $this->awal_content("link_css") ?> <link rel="stylesheet" href="file_x.css"> <?php $this->akhir_content() ?> <?php $this->awal_content("isi_halaman") ?> <h1>DAFTAR MATERI</h1> <table id="tb_materi"> </table> <?php $this->akhir_content() ?> <?php $this->awal_content("link_js") ?> <script src="file_8.js"></script> <?php $this->akhir_content() ?> <?php $this->gunakan_layout("templateku") ?> |
<?php $this->awal_content("link_css") ?> <link rel="stylesheet" href="file_y.css"> <?php $this->akhir_content() ?> <?php $this->awal_content("isi_halaman") ?> <h1>DAFTAR TUGAS</h1> <table id="tb_tugas"> </table> <?php $this->akhir_content() ?> <?php $this->awal_content("link_js") ?> <script src="file_9.js"></script> <?php $this->akhir_content() ?> <?php $this->gunakan_layout("templateku") ?> |
Baris ke-2 dikemas dengan nama content "link_css", content tersebut yang akan ditempatkan pada baris ke-8 di file templateku.php. Baris 6 s/d 9 dikemas dengan nama content "isi_halaman", content tersebut akan masuk ke baris 12 di file templateku.php. Baris ke-13 dikemas dengan nama content "link_js", kemudian content tersebut akan masuk ke baris 18 di file templateku.php. Baris ke-16 di file v_abc.php maupun v_xyz.php menunjukkan file layout yang digunakan.
MODEL
Model adalah class yang bertugas melakukan pengelolaan data, interaksi dengan database, serta menjalankan logika bisnis yang berhubungan dengan data aplikasi. Model digunakan untuk mengambil data dari database, menyimpan data ke database, mengubah data, dan menghapus data. File model dibuat dengan extention php dan disimpan di folder model. Nama class model harus sama dengan nama file model, jika nama file model m_belajar.php maka nama class model adalah m_belajar. Struktur dasar model seperti berikut:
<?php class m_belajar { private $db; public function __construct() { $this->db = new database; } } ?>
Baris ke-2 menunjukkan nama class model. Baris ke-4 merupakan nama variabel ($db) obyek yang dipersiapkan untuk mewakili database, dan baris ke-9 mendefinisikan jenis obyek db. Nama obyek database tidak harus menggunakan db, bisa diganti dengan yang lain.
Di dalam model, dapat dibuat metode/fungsi untuk mengambil data dari database, menyimpan data ke database, mengubah data, maupun menghapus data. Metode/fungsi pun dapat memiliki paremater serta nilai balik.
- Mengambil data banyak baris. Berikut dicontohkan mengambil semua data dari tabel
tb_belajar(contoh, nama model adalahm_belajar). - Mengambil data banyak baris tetapi menggunakan kriteria yang ditentukan oleh control. Contoh, mengambil semua data dari
tb_belajarberdasarkan nama pengajar di kolom/fieldpengajar. - Mengambil satu baris. Jika sintax sql dipastikan hanya menghasilkan satu baris, maka metode yang digunakan dalam model bukan ambil_banyak_baris(), tetapi
ambil_satu_baris(). - Menambah data ke tabel. Selain mengambil data, model juga digunakan untuk menambahkan data ke tabel. Metode yang digunakan adalah
jalankan_sql(). - Menghilangkan pengisian paramater (
$this->db->isi_parameter). Proses tersebut dapa dihilangkan dengan syarat key pada data (kelas, nama, tgl) digunakan juga sebagai paramater pada sintax sql. Berikut ini dicontohkan bahwa diasumsikan data memiliki keykelas, nama, dan tgl. Paramater pada sintax sql juga harus selaras dengan menggunakan:kelas, :nama, :tgl. - Insert data lebih dari satu. Model juga dapat melakukan proses penambahan data lebih dari satu baris. Syaratnya adalah key pada data yang akan dimasukkan juga digunakan sebagai paramater pada sintax sql. Jika lebih dari satu baris, pada saat
jalankan_sql()ditambahkantruesebagai parameter kedua. - Nilai balik id terbaru. Saat melakukan proses penambahan data ke tabel, model dapat memberikan informasi nilai id terbaru yang dibentuk oleh tabel (dengan syarat, tabel memiliki kolom id yang auto increament). Cara mendapatkan id terbaru kemudian direturn oleh model, pada bagian akhir fungsi (setelah
$this->db->jalankan_sql()) ditambahkan: - Jumlah baris terdampak. Saat melakukan proses update atau delete data di table, model juga dapat menghasil informasi jumlah baris yang terdampak oleh proses update atau delete. Caranya, dibagian akhir ditambahkan:
public function ambil_semua() { $sql = "SELECT * FROM tb_belajar"; $this->db->isi_sql($sql); return $this->db->ambil_banyak_baris(); }
Baris ke-5 menggunakan metode ambil_banyak_baris() karena sintax sql memiliki potensi untuk menghasilkan banyak baris data.
Variabel $hasil akan berisi data dalam bentuk array multi dimensi yang merupakan data yang diperoleh dari model.
public function ambil_sesuai_nama($nama) { $sql = "SELECT * FROM tb_belajar WHERE pengajar= :nm"; $this->db->isi_sql($sql); $this->db->isi_parameter("nm", $nama); return $this->db->ambil_banyak_baris(); }
Variable $nama pada baris ke-1 merupakan paremater fungsi yang dinilainya akan ditentukan oleh pengguna fungsi (biasanya control). Baris ke-5, pada sintax sql isi pengajar di wakili dengan paramater :nm. Baris ke-9, cara mengatur nilai paramater :nm yang nilainya bersumber dari variabel $nama.
public function ambil_sesuai_id($id) { $sql = "SELECT * FROM tb_belajar WHERE id= :i"; $this->db->isi_sql($sql); $this->db->isi_parameter("i", $id); return $this->db->ambil_satu_baris(); }Contoh cara penggunaanya di control:
Variabel $hasil akan berisi data dalam bentuk array satu dimensi yang merupakan data yang diperoleh dari model
public function insertData($datanya) { $sql = "INSERT INTO tb_belajar (kelas, pengajar, tanggal) VALUES (:k, :p, :t)"; $this->db->isi_sql($sql); $this->db->isi_parameter("k", $datanya["kelas"]); $this->db->isi_parameter("p", $datanya["nama"]); $this->db->isi_parameter("t", $datanya["tgl"]); $this->db->jalankan_sql(); }Contoh cara penggunaanya di control:
"kelas" => '1',
"nama" => "Budi",
"tgl" => "2020-01-30"
];
$this->gunakan_model("m_belajar")->insertData($data_belajar);
public function insertData($datanya) { $sql = "INSERT INTO tb_belajar (kelas, pengajar, tanggal) VALUES (:kelas, :nama, :tgl)"; $this->db->isi_sql($sql); $this->db->jalankan_sql($datanya); }
public function insertData($datanya) { $sql = "INSERT INTO tb_belajar (kelas, pengajar, tanggal) VALUES (:kelas, :nama, :tgl)"; $this->db->isi_sql($sql); $this->db->jalankan_sql($datanya, true); }Contoh cara penggunaanya di control:
["kelas" => '1', "nama" => "Budi", "tgl" => "2020-01-30"],
["kelas" => '2', "nama" => "Anu", "tgl" => "2020-01-31"],
["kelas" => '10', "nama" => "Unan", "tgl" => "2020-02-15"]
];
$this->gunakan_model("m_belajar")->insertData($data_belajar);
METODE INSTAN DI MODEL
Model memiliki beberapa metode instan sehingga tidak perlu membuat sintax sql. Metode-metode beserta paramaternya adalah sebagai berikut:
- kj_ambil_semua(
[tidak wajib]) - kj_ambil_by_id(
id yang diinginkan) - kj_ambil_satu_baris_tertentu(
kolom_kriteria, nilai_diinginkan) - kj_ambil_satu_baris_tertentu(
kolom_kriteria, nilai_diinginkan, [tidak wajib]) - kj_jumlah_baris()
- kj_jumlah_baris_tertentu(
kolom_kriteria, nilai_diinginkan) - kj_tambah(
[data yang akan diinsert], true/false) - kj_update(
[data update], kolom_kriteria, nilai_kriteria) - kj_ hapus(
kolom_kriteria, nilai_kriteria)
- Model dibuat dengan melakukan
extends(mewarisi) model seperti pada baris ke-2 - Nama tabel harus dijelaskan saat mengimplementasikan database di baris ke-8
- Mengatur properti
atur_dbobyek yang diwarisi pada baris ke-9
<?php class m_belajar extends model { private $db; public function __construct() { $this->db = new database("tb_belajar"); parent::atur_db($this->db); } }
Cara penggunaan model di control:
- Mengambil semua data dari tabel tb_belajar
- Mengambil semua data dari sebuah tabel dan mengurutkan berdasarkan kolom pengajar.
- Mengambil semua data dari sebuah tabel dan mengurutkan berdasarkan kolom pengajar kemudian kelas bila pengajar sama.
- Mengambil sebuah baris berdasarkan id. Tabel harus memiliki kolom id. Contoh, mengambil baris ber-id 10
- Mengambil sebuah baris dengan kriteria, contoh pengajar bernilai Budi
- Mengambil banyak baris dengan kriteria, contoh pengajar bernilai Budi
- Mengambil banyak baris dengan kriteria dan diurutkan. Contoh pengajar bernilai Budi lalu diurutkan berdasarkan kolom kelas
- Menghitung jumlah baris data pada sebuah tabel
- Menghitung jumlah baris data pada sebuah tabel dengan kriteria. Contoh, jumlah baris dengan kolom pengajar berisi Budi
- Menambahkan sebuah baris ke dalam tabel, data yang ditambahkan disusun dengan array satu dimensi, key pada array ($data_belajar) harus sama dengan nama kolom tabel.
- Mengupdate data berdasarkan kriteria tertentu. Contoh berikut, bariabel $data_belajar adalah data terbaru, kriteria data yang diupdate adalah kolom id bernilai 20. Key pada array $data_belajar harus sama dengan nama kolom tabel. Nama kolom kriteria dan nilai kriteria dapat diatur sesuai kebutuhan.
- Menghapus data dengan kriteria. Contoh menghapus data dengan kriteria adalah kolom id bernilai 30. Nama kolom kriteria dan nilai kriteria dapat diatur sesuai kebutuhan.
"kelas" => "1",
"nama" => "Budi",
"tgl" => "2020-01-30"
];
$this->gunakan_model("m_belajar")->kj_tambah($data_belajar);
"kelas" => "1",
"nama" => "Budi",
"tgl" => "2020-01-30"
];
$this->gunakan_model("m_belajar")->kj_update($data_belajar, "id", 20);
FUNGSI CETAK_VAR DAN MY_ENKRIP/MY_DEKRIP
- Fungsi cetak_var digunakan untuk melihat isi sebuah variabel, parameter fungsi adalah sebuah variabel yang akan dilihat isinya. Contoh penggunaannya:
- Fungsi my_enkrip berguna untuk mengenkrip data, paremater fungsi adalah data yang akan dienkrip. Hasil enkrip dipengaruhi oleh nilai
KUNCI_RAHASIAdanIV_RAHASIAyang diatur nilai pada configurasi. Contoh penggunaannya: - Fungsi my_dekrip lawan/kebalikan dari fungsi enkrip. Parameter fungsi adalah data hasil proses enkrip.
Melihat nilai yang ada di dalam varibel $hasil.
Variabel $x akan bernilai hasil enkrip dari satu 123
Fitur ini sangat bermanfaat saat membuat url, contoh:
Angka 1 di akhir biasanya merupakan id dari data, hal tersebut sangat rawan karena terlihat, sebaiknya diganti
Variabel $x di atas diasumsikan hasil enkrip, $z adalah hasil dekrip atas variabel $x.